Lampung

Jembatan Tua Penghubung Sukorahayu–Margasari Memprihatinkan, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemkab Lampung Timur

43
×

Jembatan Tua Penghubung Sukorahayu–Margasari Memprihatinkan, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemkab Lampung Timur

Sebarkan artikel ini

Lampung Timur | Lampung City Info | Kondisi jembatan penghubung Desa Sukorahayu dan Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, kini menjadi sorotan warga. Infrastruktur yang diduga telah berdiri sejak era 1980-an itu tampak memprihatinkan dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat yang setiap hari melintas.

Dari pantauan warga, badan jembatan terlihat mengalami retakan di sejumlah titik, besi penyangga mulai tampak keluar, serta bagian pondasi mengalami pengikisan akibat usia dan derasnya aliran air. Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya perbaikan serius dari pemerintah daerah, meski jembatan tersebut menjadi akses vital penghubung antar desa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, wilayah Kecamatan Labuhan Maringgai mulai dihuni dan diresmikan sekitar 2 Februari 1981. Sebelum menjadi permukiman, kawasan tersebut dikenal sebagai hutan belantara yang kemudian ditempati warga transmigrasi dan pendatang dari berbagai daerah seperti Metro, Palembang, Serang, Cilacap, Sulawesi Selatan, hingga Pulau Jawa sejak tahun 1975.

Warga menduga jembatan tersebut dibangun pada masa awal pembukaan wilayah transmigrasi, bahkan sebelum Kabupaten Lampung Timur resmi berdiri pada 27 April 1999. Dengan usia yang diperkirakan telah mencapai puluhan tahun, masyarakat menilai jembatan itu sudah seharusnya mendapat perhatian dan pembangunan ulang.

“Jembatan itu sudah tua sekali. Retaknya makin besar, besinya sudah kelihatan, pondasinya juga terkikis. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan serius,” ujar salah seorang warga setempat.

Masyarakat juga menyoroti aktivitas kendaraan bertonase berat yang kerap melintas di atas jembatan tersebut. Menurut warga, kondisi itu semakin mempercepat kerusakan infrastruktur yang selama ini minim perawatan.

Tak hanya jembatan, kondisi jalan di Desa Sukorahayu juga dikeluhkan warga. Banyak ruas jalan berlubang dan berlumpur saat hujan turun. Bahkan, anak-anak sekolah disebut kerap terpaksa melepas sepatu agar bisa tetap berangkat belajar karena jalan yang sulit dilalui.

Kekecewaan warga semakin bertambah setelah beberapa waktu lalu pemerintah daerah terlihat sigap melakukan pembenahan jalan saat kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke Lampung Timur. Namun setelah kunjungan selesai, sejumlah infrastruktur yang selama ini rusak berat justru kembali terabaikan.

“Kalau ada pejabat datang jalannya cepat diperbaiki. Tapi jalan dan jembatan yang tiap hari dipakai masyarakat malah dibiarkan rusak bertahun-tahun,” keluh warga lainnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Timur segera turun tangan dan menjadikan pembangunan jembatan serta perbaikan jalan di Sukorahayu sebagai prioritas, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. (Doko)