LAMPUNG CITY INFO — PT Hakaaston (HKA), bagian dari HK Group dan anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero), terus mendorong pemanfaatan Aspal Buton (Asbuton) sebagai material strategis untuk pembangunan infrastruktur nasional.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap aspal impor sekaligus memperkuat penggunaan sumber daya dalam negeri di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Dalam pelaksanaannya, HKA berkolaborasi bersama pelaku industri aspal nasional dengan fokus pada penggunaan full extracted natural asphalt yang dinilai mampu memenuhi standar tinggi untuk kebutuhan perkerasan jalan.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya menitikberatkan pada kualitas material, tetapi juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya nasional secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari ekosistem HK Group yang mengelola infrastruktur secara menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga operasi dan pemeliharaan, HKA turut mengambil peran dalam memastikan penggunaan material terintegrasi dengan kebutuhan pengelolaan aset jangka panjang.
Hal tersebut juga sejalan dengan Transformasi HKA 2.0 menuju Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Asset Management (IM-V-IAM), yang tidak hanya berfokus pada menjaga kondisi jalan, tetapi juga meningkatkan nilai dan keandalan aset infrastruktur secara keseluruhan.
Plt. Direktur Utama PT Hakaaston, M. Rozi Rinjayadi, mengatakan penguatan penggunaan Asbuton membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Penguatan Asbuton tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas ekosistem, regulator, industri, dan praktisi untuk memastikan material ini dapat dimanfaatkan secara luas dan terukur dalam pembangunan infrastruktur nasional,” ujarnya.
Selain memperkuat ketahanan infrastruktur nasional, pemanfaatan material dalam negeri tersebut juga diharapkan mampu memberikan efisiensi biaya jangka panjang serta meningkatkan nilai aset jalan secara menyeluruh.

Saat ini, PT Hakaaston diketahui mengoperasikan 16 ruas jalan tol dengan total panjang mencapai 989,55 kilometer, termasuk pengelolaan 16 rest area di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui langkah tersebut, HKA bersama HK Group terus mendorong pemanfaatan sumber daya nasional sebagai bagian dari komitmen menghadirkan inovasi untuk solusi pengelolaan infrastruktur Indonesia.
(*)












