BANDAR LAMPUNG— Sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan keributan di sebuah konter handphone 24 jam di wilayah Panjang, Bandar Lampung, viral di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.07 WIB di sebuah konter yang berada di Jalan Teluk Ambon, Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan topi datang ke lokasi untuk melakukan transaksi transfer uang. Namun situasi berubah tegang setelah pria tersebut diduga tidak terima dengan biaya admin transfer sebesar Rp10 ribu yang dikenakan pihak konter untuk transaksi antar bank.
Menurut keterangan pemilik konter bernama Dika, tarif tersebut merupakan standar usaha yang telah lama diterapkan karena pihak konter juga dikenakan biaya potongan transfer dari pihak bank maupun aplikasi transaksi digital.
“Kalau sesama bank adminnya Rp5 ribu, sedangkan transfer antar bank dikenakan Rp10 ribu karena kami juga kena potongan tergantung bank tujuan transfer,” jelas Dika saat memberikan keterangan.
Awalnya pihak konter menganggap kejadian tersebut hanya bentuk komplain biasa dari pelanggan. Namun suasana disebut mulai memanas ketika pria tersebut meninggikan suara di depan pelanggan lain yang sedang bertransaksi.
Dalam rekaman CCTV, pria itu terdengar beberapa kali melontarkan kalimat bernada intimidasi seperti:
“Tempat gua ini!”
“Gua gusur nanti kamu orang!”
hingga
“Ingetin muka gua!”
Pemilik konter menilai tindakan tersebut telah membuat pelanggan merasa tidak nyaman serta mencoreng nama baik usaha yang selama ini beroperasi 24 jam untuk melayani masyarakat.
“Kalau mau komplain silakan, itu hak pelanggan. Tapi jangan sampai berteriak-teriak dan mengintimidasi di depan banyak orang. Kami merasa dirugikan,” ungkap Dika.
Tak hanya itu, pihak konter juga mengaku merasa mendapatkan ancaman atas keberlangsungan usahanya setelah adanya ucapan dugaan penggusuran yang terlontar dalam keributan tersebut.
Atas kejadian itu, pemilik konter berencana melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwajib, yakni Polsek Panjang, guna mendapatkan perlindungan hukum dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Meski demikian, pihak konter masih membuka ruang penyelesaian secara baik-baik apabila pria dalam video tersebut bersedia datang untuk memberikan klarifikasi maupun permintaan maaf secara langsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari pihak pria yang terekam dalam video CCTV tersebut.
Catatan: Informasi ini berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan pihak konter. Semua pihak tetap memiliki hak memberikan klarifikasi sesuai asas praduga tak bersalah.












