Bandar Lampung

LONGSOR DI BELAKANG USAHA DHOLPIN BELUM DITANGANI, CAMAT SINGGUNG BANGUNAN SEMPADAN SUNGAI BISA DIBONGKAR

28
×

LONGSOR DI BELAKANG USAHA DHOLPIN BELUM DITANGANI, CAMAT SINGGUNG BANGUNAN SEMPADAN SUNGAI BISA DIBONGKAR

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung — Kondisi longsor di bagian belakang bangunan usaha Dholpin yang berada di Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, hingga kini belum juga mendapat penanganan permanen dan mulai menjadi sorotan publik.

Sebelumnya, bangunan yang berbatasan langsung dengan aliran sungai itu dilaporkan mengalami kerusakan serius usai hujan deras mengguyur Kota Bandar Lampung. Dinding belakang bangunan terlihat jebol dan material bangunan seperti bata serta sisa konstruksi sempat jatuh hingga ke aliran sungai.

Warga sekitar mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memperparah potensi banjir apabila hujan deras kembali terjadi.

“Sudah lama kejadiannya, sebelum lebaran. Sampai sekarang belum dibersihkan. Kalau hujan deras, takut air tersumbat dan meluap,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Pengusaha Dholpin, Ko Riko, saat dikonfirmasi pada 9 Mei 2026 mengatakan dirinya hanya menyewa lokasi tersebut. Meski begitu, ia mengaku telah berkoordinasi dengan pemilik ruko maupun pihak pemerintah setempat terkait penanganan longsor.

“Saya di situ hanya sewa. Namun langkah yang saya ambil, saya sudah hubungi pihak pemilik ruko ini dan kami menunggu langkah dari Pemerintah Kota Bandar Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Kedamaian, Joni, mengungkapkan bahwa pihak kecamatan sebenarnya sudah melakukan komunikasi dengan pihak pengelola usaha. Namun ia menegaskan, apabila penanganan dilakukan menggunakan fasilitas pemerintah, maka bangunan di area sempadan sungai berpotensi dibongkar untuk akses alat berat.

“Kalau mengambil langkah dari pemerintah, pastinya di belakang itu dibongkar karena alat berat mau masuk,” kata Joni.

Ia juga menyebut bangunan yang berada di sempadan sungai bisa menjadi perhatian pemerintah apabila penanganannya melibatkan dinas terkait.

“Kalau sampai kepimpinan kami itu, semua yang di pinggir sungai pasti minta dibongkar,” tambahnya.

Hingga saat ini, kondisi longsor di lokasi tersebut dikabarkan belum mengalami perbaikan permanen. (Red)