Nasional

Proyek BBWS Diduga Mangkrak di Mesuji, Anggaran Dipertanyakan: Warga “Ini Buat Apa?

13
×

Proyek BBWS Diduga Mangkrak di Mesuji, Anggaran Dipertanyakan: Warga “Ini Buat Apa?

Sebarkan artikel ini

MESUJI LAMPUNG Proyek infrastruktur irigasi di Desa Bandar Anom, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji, yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS), terpantau belum berfungsi dan diduga berhenti di tengah proses pembangunan.

Pantauan di lokasi pada April 2026 menunjukkan tidak adanya aktivitas pekerjaan maupun tanda-tanda proyek akan segera difungsikan. Saluran yang seharusnya mengalirkan air ke lahan pertanian terlihat kering, sementara sejumlah struktur bangunan mulai mengalami penurunan kualitas.

Kondisi ini memunculkan indikasi bahwa proyek belum mencapai tahap operasional, meskipun secara fisik sebagian pekerjaan telah dilakukan.

Warga setempat menyebut proyek tersebut sudah cukup lama tidak menunjukkan perkembangan. Mereka mengaku tidak pernah melihat adanya kelanjutan pekerjaan dalam beberapa waktu terakhir.

“Sudah lama tidak ada aktivitas. Air juga tidak pernah mengalir. Kami tidak tahu ini sebenarnya sudah selesai atau belum,” ujar salah satu warga.

Situasi ini memunculkan sejumlah pertanyaan krusial terkait aspek perencanaan dan pelaksanaan proyek. Di antaranya, apakah proyek telah melalui studi kelayakan yang memadai, bagaimana progres realisasi di lapangan, serta sejauh mana pengawasan dilakukan selama proses pembangunan berlangsung.

Selain itu, belum adanya fungsi nyata dari proyek tersebut menimbulkan dugaan bahwa output pembangunan belum sejalan dengan tujuan awal, yakni mendukung sistem irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Dalam perspektif tata kelola pembangunan, proyek infrastruktur yang tidak segera dimanfaatkan berpotensi menimbulkan inefisiensi penggunaan anggaran negara, terutama jika tidak diikuti dengan evaluasi dan tindak lanjut yang jelas.

Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung terkait status proyek, progres pelaksanaan, maupun rencana penyelesaian ke depan.

Masyarakat berharap adanya penjelasan terbuka serta audit atau evaluasi menyeluruh agar proyek tersebut tidak berhenti sebagai bangunan tanpa fungsi, melainkan dapat segera dimanfaatkan sesuai tujuan awalnya.