Bandar Lampung

Tembok ‘Dolphin’ Jebol ke Sungai, Puing Dibiarkan Menumpuk — Potensi Banjir Jadi Sorotan!

7
×

Tembok ‘Dolphin’ Jebol ke Sungai, Puing Dibiarkan Menumpuk — Potensi Banjir Jadi Sorotan!

Sebarkan artikel ini
Screenshot

Bandar Lampung Sebuah bangunan milik usaha Dolphin yang berlokasi di Jl. P. Antasari No.56, RW 57, Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, dilaporkan mengalami kerusakan serius pada bagian dinding yang berbatasan langsung dengan aliran sungai.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (19/4/2026), bagian dinding bangunan tersebut terlihat jebol dan menyisakan puing-puing material yang jatuh hingga ke badan sungai. Material berupa bata, rangka, serta sisa konstruksi tampak menumpuk dan berpotensi mengganggu kelancaran aliran air.

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa peristiwa tersebut telah terjadi sejak sebelum Hari Raya Idulfitri. Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya upaya pembersihan atau penanganan terhadap puing yang masih berada di aliran sungai.

“Sudah lama kejadiannya, sebelum lebaran. Sampai sekarang belum dibersihkan. Kalau hujan deras, khawatir air jadi tersumbat dan meluap,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat Kota Bandar Lampung belakangan kerap dilanda banjir saat intensitas hujan tinggi. Di sisi lain, Pemerintah Kota Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana tengah gencar melakukan normalisasi drainase dan aliran sungai.

Dalam konteks tersebut, keberadaan puing bangunan di aliran sungai dinilai perlu segera ditindaklanjuti agar tidak mengganggu fungsi aliran air. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung diharapkan dapat melakukan peninjauan teknis di lokasi, sementara Satpol PP Kota Bandar Lampung dapat memastikan kepatuhan bangunan terhadap ketentuan yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan sempadan sungai.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media belum memperoleh keterangan resmi dari pemilik usaha Dolphin maupun instansi terkait mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan.

Situasi ini menjadi pengingat pentingnya respons cepat terhadap potensi gangguan aliran air, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Penanganan yang tepat diharapkan dapat mencegah dampak yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. (red)