LAMPUNG CITY INFO — Di tengah stigma masyarakat terhadap mantan narapidana, sosok perempuan bernama Sariyanti atau yang akrab disapa Sari Novelis justru hadir membawa harapan dan inspirasi baru.
Perempuan asal Lampung Utara itu menjadi perhatian publik usai menyalurkan ribuan Al-Qur’an ke sejumlah pondok pesantren melalui Yayasan Andalan Jejama yang ia kelola. Aksi sosial tersebut berlangsung pada 26 Mei 2026 di Pondok Pesantren Misbahul Khair, Kotabumi, Lampung Utara.
Bantuan Al-Qur’an tersebut berasal dari Yayasan Al Fatihah Semarang pimpinan Bambang Eko P., kemudian disalurkan kepada para santri dan lembaga pendidikan agama di wilayah Lampung Utara.
Di balik kegiatan sosial itu, tersimpan kisah hidup yang tidak biasa. Sari Novelis diketahui merupakan mantan narapidana yang kini memilih bangkit dan mendedikasikan hidupnya untuk kegiatan sosial serta pembinaan sesama mantan napi agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat.
Melalui Yayasan Andalan Jejama, ia aktif mengajak para mantan narapidana untuk tidak terpuruk oleh masa lalu, melainkan menjadikannya sebagai pelajaran hidup untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat.
“Saya ingin mengajak para mantan napi agar jangan menyerah terhadap masa lalu. Kita harus bisa hidup lebih bermanfaat untuk banyak orang. Karena karya dan kebaikan itu tidak akan pernah hilang dimakan usia,” ujar Sari Novelis saat diwawancarai wartawan.
Menurutnya, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup. Ia percaya perubahan dapat dimulai dari niat baik, lingkungan yang mendukung, serta keinginan untuk terus memperbaiki diri.
Tak hanya aktif dalam kegiatan sosial, Sari Novelis juga dikenal konsisten membangun pembinaan moral dan motivasi bagi para mantan narapidana agar mampu kembali percaya diri dan memiliki tujuan hidup yang lebih baik.
Langkah yang dilakukan perempuan tersebut pun mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Banyak pihak menilai apa yang dilakukan Sari Novelis menjadi bukti bahwa masa lalu bukan penghalang untuk menebar manfaat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Melalui gerakan sosial yang ia bangun, Sari Novelis berharap stigma terhadap mantan narapidana perlahan dapat berubah, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk bangkit, berkarya, dan diterima kembali di tengah masyarakat. (Doko)












