LAMPUNG CITY INFO — Penerapan delay system saat arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) diusulkan untuk meraih Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti, penghargaan bergengsi yang diberikan kepada kesatuan Polri atas jasa dan pengabdian yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Skema rekayasa lalu lintas yang digagas oleh Polda Lampung tersebut dinilai berhasil menjaga kelancaran arus kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni selama periode puncak mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Penerapan delay system dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi, melibatkan pengelola Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, dukungan BKO Korem Garuda Hitam, hingga ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni.
Sebagai bagian dari proses penilaian penghargaan, Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) melakukan survei dan peninjauan langsung ke Rest Area KM 87 B Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar pada Jumat (22/5/2026).

Kepala Biro Personel TNI–Polri Sekretariat Militer Presiden, Brigjen TNI Fikri Ferdian, mengapresiasi keberhasilan penerapan sistem tersebut. Ia mengaku merasakan langsung kelancaran perjalanan mudik menuju Lampung tahun ini.
“Pada periode mudik Lebaran tahun 2026, penerapan delay system di beberapa rest area yang ada di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar terbukti berhasil. Saya sendiri pulang mudik ke Lampung dan merasakan perjalanan yang sangat lancar, bahkan seperti tidak sedang mudik karena tidak ada kendala maupun kemacetan,” ujar Brigjen TNI Fikri Ferdian.
Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan infrastruktur, pola koordinasi antarinstansi, hingga efektivitas penerapan delay system di lapangan.
Sistem ini dinilai mampu menekan potensi antrean dan kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memberikan kepastian waktu perjalanan bagi masyarakat selama musim mudik Lebaran.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, I Wayan Mandia, menegaskan pihaknya siap terus mendukung penerapan rekayasa lalu lintas tersebut bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Sebagai pengelola Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, kami siap mendukung dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam penerapan delay system. Langkah ini terbukti efektif menjaga kelancaran lalu lintas serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, khususnya pada periode Lebaran,” kata I Wayan Mandia.
Adapun sejumlah titik rest area yang digunakan sebagai lokasi delay system di Ruas Tol Bakter meliputi:
- Rest Area KM 20 B
- Rest Area KM 33 B
- Rest Area KM 49 B
- Rest Area KM 67 B
- Rest Area KM 87 B
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi contoh sinergi antara aparat keamanan, operator jalan tol, pemerintah daerah, dan ASDP dalam menghadirkan pelayanan transportasi yang lebih aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat selama arus mudik Lebaran.












