Bandar Lampung | Lampung City Info – Setelah hampir dua pekan menjadi sorotan publik akibat potongan video siaran langsung (live) yang viral di berbagai platform media sosial, perempuan bernama Aghnum Kholidaziah atau yang akrab disapa Ammaakhirnya memberikan hak jawab kepada Lampung City Info.
Dalam video klarifikasi yang diterima redaksi pada Jumat (24/7/2026), Amma membantah dugaan yang menyebut dirinya berada di bawah pengaruh narkotika saat melakukan siaran langsung di akun TikTok pribadinya.
“Dengan ini saya menyatakan klarifikasi terkait video viral saat live TikTok di akun pribadi milik saya yang diduga saat itu saya dalam pengaruh narkotika,” ujar Amma dalam video klarifikasinya.
Amma menjelaskan bahwa sebagai bentuk tanggung jawab atas tudingan yang beredar, dirinya telah menjalani pemeriksaan urine di Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Lampung pada Selasa (14/7/2026).
Dalam video tersebut, Amma menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan urine yang dijalaninya menunjukkan hasil negatif. Dokumen hasil pemeriksaan tersebut juga diperlihatkan kepada Lampung City Info sebagai bagian dari klarifikasi yang disampaikannya.

“Saat ini saya berada di Direktorat Narkoba Polda Lampung dan telah dilakukan cek urine di Bidokkes Polda Lampung dengan hasil negatif narkotika jenis apa pun,” ucapnya.
Memilih Menghilang dari Media Sosial
Kepada Lampung City Info, Amma mengaku sengaja tidak aktif di seluruh akun media sosialnya setelah video tersebut viral. Bukan karena menghindari klarifikasi, melainkan karena merasa takut, bingung, dan tertekan menghadapi derasnya komentar negatif yang terus mengarah kepada dirinya.
Ia mengungkapkan memiliki riwayat gangguan kecemasan (anxiety). Menurut pengakuannya, kondisi tersebut membuat dirinya kesulitan menghadapi tekanan setelah namanya menjadi bahan perbincangan di berbagai media sosial.
Amma menuturkan bahwa dirinya sempat memilih diam karena merasa apa pun yang disampaikan saat itu dikhawatirkan tidak akan mengubah opini yang sudah telanjur terbentuk.
“Saya sudah sangat lelah mencari pembenaran dan validasi karena sudah sangat banyak media yang menyebarkan postingan tersebut. Saya tetap menjalani aktivitas seperti biasa, hanya saja saya memilih tidak membahas video itu,” ungkapnya.
Ia juga mengaku berbagai komentar yang beredar telah berdampak pada nama baik, karier, hingga kehidupan pribadinya.
“Komentar yang merusak nama baik dan citra saya sangat merugikan saya dalam hal karier dan kehidupan saya,”katanya.
Di akhir video klarifikasinya, Amma turut menyampaikan permohonan maaf apabila video siaran langsung tersebut menimbulkan kegaduhan dan berbagai asumsi di tengah masyarakat.
“Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan di media sosial sehingga menimbulkan asumsi negatif terhadap diri saya. Demikian klarifikasi dari saya.”
Hak Jawab dan Pentingnya Verifikasi
Video live Amma sebelumnya sempat beredar luas di berbagai media sosial dan memunculkan beragam spekulasi. Potongan video tersebut disertai narasi yang menggiring opini bahwa Amma diduga berada di bawah pengaruh narkotika. Dugaan itu kemudian menyebar dengan cepat dan menjadi perbincangan publik.
Namun, hingga saat itu belum terdapat keterangan langsung dari Amma maupun penjelasan resmi yang dapat menjelaskan peristiwa tersebut secara utuh.
Lampung City Info memilih tidak mempublikasikan video viral tersebut ketika pertama kali beredar karena belum memperoleh konfirmasi langsung dari pihak yang bersangkutan. Baru setelah berhasil menghubungi Amma pada Jumat (24/7/2026), redaksi menerima hak jawab berupa video klarifikasi serta dokumen hasil pemeriksaan urine yang diperlihatkan kepada media.
Sebagai media, Lampung City Info memandang bahwa setiap orang berhak menyampaikan klarifikasi atas informasi yang telah beredar mengenai dirinya. Ruang hak jawab merupakan bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa di era digital, potongan video berdurasi singkat dapat membentuk opini publik dalam hitungan jam. Padahal, sebuah video tidak selalu menghadirkan konteks secara utuh, dan dugaan yang berkembang di media sosial tidak dapat diperlakukan sebagai fakta tanpa proses verifikasi.
Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh potongan video, narasi sensasional, ataupun opini yang belum didukung fakta dan keterangan resmi.
Sebab di balik sebuah konten yang viral, ada nama baik, keluarga, pekerjaan, dan masa depan seseorang yang dapat terdampak oleh informasi yang belum terverifikasi.
Catatan Redaksi:
Lampung City Info menerbitkan berita ini sebagai bentuk pemenuhan hak jawab setelah melakukan konfirmasi langsung kepada narasumber pada 24 Juli 2026. Redaksi juga telah melihat video klarifikasi serta dokumen hasil pemeriksaan urine yang diperlihatkan oleh narasumber. Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan di luar fakta dan pernyataan yang tersedia, melainkan memberikan ruang yang berimbang sesuai prinsip verifikasi dan Kode Etik Jurnalistik.












