Bandar LampungLampungNasional

Era Baru Tol Bakter, BTB Ambil Alih Operasional Secara Swakelola dan Perkuat Standar Pelayanan

5
×

Era Baru Tol Bakter, BTB Ambil Alih Operasional Secara Swakelola dan Perkuat Standar Pelayanan

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG – Pengelolaan Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar memasuki fase baru. PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) mulai melakukan transformasi pengelolaan operasional sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat standar layanan, meningkatkan efektivitas pengelolaan, serta memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada pengguna jalan tol.

Transformasi tersebut disampaikan Direktur PT BTB, Charles Giroth, dalam kegiatan Media Gathering di Bandar Lampung, Jumat (4/7/2026) malam.

Charles, yang resmi menjabat sebagai Direktur PT BTB sejak 1 Juli 2026, menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus langkah penyegaran perusahaan dalam menghadapi tantangan pengelolaan salah satu ruas tol strategis di Pulau Sumatera.

“Pergantian kepemimpinan ini merupakan bagian dari dinamika dan aksi korporasi yang wajar dalam sebuah organisasi, sekaligus langkah penyegaran untuk mendukung pengelolaan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar yang lebih optimal,” ujar Charles.

Menurutnya, Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar memiliki posisi strategis karena menjadi bagian penting dari konektivitas utama di gerbang Pulau Sumatera. Ruas ini menopang mobilitas masyarakat sekaligus pergerakan kendaraan dan aktivitas ekonomi dari kawasan Bakauheni menuju berbagai wilayah di Lampung dan Sumatera.

Posisi strategis tersebut, kata Charles, menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi dan melakukan penguatan tata kelola agar kualitas pelayanan kepada pengguna jalan dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

Dari Pihak Ketiga ke Swakelola

Salah satu perubahan penting yang dilakukan PT BTB adalah transformasi pola pengelolaan operasional.

Jika sebelumnya kegiatan operasional dikelola melalui pihak ketiga, kini PT BTB menjalankan pengelolaan tersebut secara swakelola. Kebijakan ini dilakukan seiring berakhirnya kontrak pengoperasian dengan pihak ketiga sebelumnya.

Perubahan tersebut menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat kendali terhadap proses operasional, meningkatkan standar kerja, serta mendorong kualitas pelayanan yang lebih responsif bagi pengguna jalan tol.

Transformasi ini juga menjadi momentum penting bagi PT BTB untuk membangun pola pengelolaan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pengguna jalan, termasuk dalam aspek keselamatan, kenyamanan, keandalan layanan, serta respons operasional di lapangan.

Charles menegaskan, seluruh proses transisi—baik dalam pergantian kepemimpinan maupun perubahan pola pengelolaan operasional—dilaksanakan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis, memastikan proses transisi berjalan secara terukur, sekaligus mempertahankan kualitas pelayanan selama perubahan berlangsung.

“Transformasi dalam pengelolaan operasional menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar,” kata Charles.

Publik Menanti Dampak Nyata Transformasi

Bagi pengguna jalan, perubahan model pengelolaan tentu akan dinilai dari dampak nyata yang dirasakan di lapangan.

Kecepatan penanganan gangguan, kualitas fasilitas jalan tol, respons petugas, keselamatan perjalanan, kenyamanan pengguna, hingga konsistensi pelayanan menjadi sejumlah aspek yang akan menentukan keberhasilan transformasi tersebut.

Dengan kepemimpinan baru dan pengelolaan operasional secara swakelola, PT BTB kini menghadapi tantangan sekaligus peluang untuk membuktikan bahwa transformasi internal dapat diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Sebagai salah satu ruas vital yang menopang konektivitas dari pintu masuk utama Pulau Sumatera, transformasi pengelolaan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar bukan hanya menjadi agenda korporasi, tetapi juga memiliki arti penting bagi mobilitas masyarakat dan kelancaran konektivitas regional.

Kini, publik menanti sejauh mana era baru pengelolaan PT BTB mampu menghadirkan layanan jalan tol yang semakin aman, responsif, andal, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.