Bandar LampungKriminalViral

Viral Video Konter Pulsa di Panjang Berujung Damai, PPWI Lampung Imbau Netizen Lebih Bijak

782
×

Viral Video Konter Pulsa di Panjang Berujung Damai, PPWI Lampung Imbau Netizen Lebih Bijak

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG CITY INFO — Video Viral  yang memperlihatkan seorang pria diduga marah-marah di sebuah konter pulsa di kawasan Jalan Teluk Ambon, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, akhirnya menemui titik terang. Kedua belah pihak dipastikan telah berdamai setelah dilakukan mediasi oleh pihak Polsek Panjang dan kembali dipertemukan pada Rabu malam (20/5/2026).

Pertemuan lanjutan tersebut berlangsung langsung di lokasi konter pulsa dan turut ditengahi oleh Wakil Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung, Sugi.

Sebelumnya, rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial sempat memicu perhatian publik karena memperlihatkan suasana tegang di dalam konter pulsa 24 jam tersebut. Dalam video itu, seorang pria terlihat melontarkan nada bicara keras yang kemudian memunculkan berbagai asumsi dari netizen.

Namun setelah dilakukan komunikasi dan mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dan saling memaafkan.

Dalam keterangannya, pria bernama Firman yang sempat tersorot dalam video CCTV membantah adanya unsur ancaman maupun kemarahan serius seperti yang ramai diasumsikan publik.

“Pada saat itu saya sebenarnya cuma bercanda dengan rekan saya di depan konter. Kalau di dalam video terlihat seperti marah, memang logat bicara saya seperti itu bang, tapi bukan berarti saya benar-benar marah,” jelas Firman saat dikonfirmasi.

Firman juga disebut telah menyampaikan permintaan maaf dan menandatangani surat pernyataan damai sebagai bentuk penyelesaian persoalan tersebut.

Sementara itu, pemilik konter pulsa, Dika, mengaku telah menerima penjelasan dari pihak terkait dan memilih menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin demi menjaga situasi tetap kondusif.

“Ya waktu itu memang terjadi kesalahpahaman di antara kami. Kebetulan yang menjaga konter malam itu keponakan saya dan dia masih baru, jadi belum mengenal karakter para pelanggan yang datang. Karena itu dia sempat takut dan mengira benar-benar sedang dimarahi. Setelah dipertemukan pihak kepolisian dan dijelaskan semuanya, akhirnya kami mengerti situasinya,” ujar Dika.

Menurut Dika, pertemuan lanjutan yang dilakukan pada Rabu malam menjadi bentuk itikad baik kedua belah pihak untuk benar-benar menyelesaikan persoalan tanpa ada dendam maupun kesalahpahaman berkepanjangan.

Wakil Ketua PPWI Provinsi Lampung, Sugi, turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi viral di media sosial dan tidak terburu-buru menghakimi sebelum mengetahui fakta secara utuh.

“Kami menghimbau kepada seluruh netizen dan masyarakat agar lebih bijak dalam memberikan komentar di media sosial. Jangan sampai kesalahpahaman kecil justru berkembang menjadi persoalan besar akibat opini yang berlebihan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah damai yang ditempuh kedua belah pihak karena dinilai mampu meredam potensi konflik di tengah masyarakat.

Catatan: Seluruh pihak yang terlibat telah menyatakan persoalan selesai secara damai dan sepakat untuk tidak memperpanjang masalah. (Red)