BANDAR LAMPUNG | Lampung City Info — Penelusuran mengenai konstruksi di kawasan Hotel Horison Lampung, Jalan RA Kartini, Bandar Lampung, memasuki tahap baru.
Setelah melakukan pantauan langsung di lokasi pada Kamis (27/8/2026), media ini melayangkan lima pertanyaan konfirmasi kepada pihak Hotel Horison melalui percakapan pesan WhatsApp pada Jumat (28/8/2026).
Konfirmasi tersebut disampaikan kepada Yesi Yunaini, pihak Hotel Horison.
Tanggapan tertulis kemudian diterima media ini melalui percakapan WhatsApp pada Minggu (30/8/2026).
Lima pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan status aliran air, konstruksi yang berada di atas atau menutup aliran, site plan dan dokumen perizinan, dasar pembangunan, serta kemungkinan keterkaitan kondisi aliran dengan persoalan banjir di sekitar lokasi.
Dari jawaban pihak hotel, terdapat sejumlah poin penting yang membuka ruang penelusuran lebih lanjut.
Hotel Konfirmasi Konstruksi Merupakan Bagian dari Area Hotel
Ketika ditanyakan apakah konstruksi yang berada di atas atau menutup aliran air merupakan bagian dari bangunan Hotel Horison, pihak hotel memberikan jawaban:
“Konstruksi yang dimaksud merupakan bagian dari area/bangunan hotel yang dibangun berdasarkan perencanaan pembangunan yang telah dilakukan pada saat pembangunan hotel.”
Keterangan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam penelusuran ini.
Sebelumnya, media ini hanya melakukan pengamatan terhadap kondisi fisik di lokasi dan melihat adanya aliran air yang berada di bawah atau di sekitar konstruksi.
Kini, melalui klarifikasi tertulis, pihak Hotel Horison mengonfirmasi bahwa konstruksi yang dimaksud merupakan bagian dari area atau bangunan hotel.
Namun, konfirmasi tersebut belum menjawab pertanyaan mengenai status resmi aliran air yang berada di bawah atau di sekitar konstruksi tersebut.
Hotel Tidak Menyebut Aliran sebagai Sungai atau Drainase
Media ini kemudian meminta penjelasan apakah aliran air tersebut merupakan sungai, anak sungai, atau saluran drainase.
Pihak hotel tidak mengambil kesimpulan mengenai status aliran tersebut.
Dalam tanggapannya, pihak hotel menyatakan bahwa untuk memastikan status aliran diperlukan rujukan pada data teknis, dokumen tata ruang serta hasil verifikasi dari instansi teknis yang berwenang.
Pihak hotel juga menyatakan tidak dapat memberikan kesimpulan yang kurang tepat sebelum proses verifikasi dilakukan.
Sikap tersebut justru menjadi bagian penting dari penelusuran.
Sebab media ini sejak awal tidak menyimpulkan bahwa aliran tersebut secara hukum merupakan sungai.
Pertanyaan mengenai status aliran kini harus diuji melalui dokumen dan keterangan instansi yang memiliki kewenangan.
Apakah aliran tersebut tercatat sebagai sungai?
Apakah merupakan anak sungai?
Ataukah merupakan jaringan drainase?
Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan bagaimana konstruksi di atas atau di sekitar aliran tersebut harus dilihat dari perspektif tata ruang dan ketentuan teknis.
Bagaimana dengan Site Plan dan Perizinannya?
Media ini juga meminta pihak Hotel Horison menjelaskan apakah konstruksi tersebut tercantum dalam site plan dan dokumen perizinan hotel.
Pihak hotel menyatakan pembangunan Hotel Horison dilakukan berdasarkan dokumen perencanaan dan proses perizinan yang berlaku pada saat pembangunan.
Namun ketika ditanyakan secara spesifik apakah konstruksi yang dimaksud tercantum dalam site plan dan dokumen perizinan, pihak hotel menyatakan perlu melakukan pengecekan kembali terhadap arsip dokumen teknis dan administrasi yang tersedia.
Dengan demikian, dalam tahap konfirmasi ini belum diperoleh keterangan spesifik mengenai nomor dokumen, jenis izin, site plan atau gambar teknis yang secara khusus menunjukkan konstruksi tersebut.
Hal itu tentu tidak dapat dimaknai bahwa konstruksi tersebut tidak memiliki izin.
Pihak hotel justru menyatakan pembangunan dilakukan berdasarkan proses perizinan yang berlaku.
Yang masih perlu diverifikasi adalah pertanyaan yang lebih spesifik:
Apakah konstruksi yang menjadi objek penelusuran saat ini tercantum dalam dokumen perencanaan dan perizinan yang menjadi dasar pembangunan Hotel Horison?
Hotel Terbuka untuk Klarifikasi, Dokumen Masih Perlu Ditelusuri
Media ini juga meminta pihak hotel menjelaskan atau menunjukkan dokumen yang menjadi dasar pernyataan mengenai proses perizinan pembangunan.
Pihak Hotel Horison menyatakan terbuka dan kooperatif terhadap proses klarifikasi maupun pemeriksaan yang dilakukan instansi berwenang.
Namun mengenai penyampaian atau pembukaan dokumen kepada pihak eksternal, pihak hotel menyatakan akan menyesuaikan dengan ketentuan dan kewenangan yang berlaku serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
Dengan demikian, dokumen perizinan belum disampaikan kepada media ini dalam tahap konfirmasi tersebut.
Media ini tidak menyimpulkan bahwa dokumen tersebut tidak ada.
Sebaliknya, keberadaan dan isi dokumen itulah yang akan menjadi bagian dari penelusuran berikutnya.
Soal Banjir, Hotel: Perlu Kajian Teknis
Pertanyaan berikutnya berkaitan dengan keterangan warga sekitar yang menyebut persoalan banjir masih terjadi ketika hujan besar.
Pihak hotel menyatakan turut memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar hotel.
Namun mengenai ada atau tidaknya hubungan antara kondisi aliran atau saluran di area hotel dengan banjir di lingkungan sekitar, pihak hotel menyatakan hal tersebut merupakan aspek teknis yang perlu dibuktikan melalui pemeriksaan atau kajian oleh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan.
Pihak hotel juga menyampaikan bahwa mereka rutin mengagendakan kegiatan bersih-bersih area sungai dan lingkungan sekitar.
Keterangan tersebut menjadi bagian dari klarifikasi pihak hotel dan dimuat sebagai bentuk keberimbangan pemberitaan.
Lima Pertanyaan, Sejumlah Hal Masih Menunggu Jawaban Dokumen
Dari tanggapan tertulis pihak Hotel Horison, terdapat sejumlah hal yang kini dapat dipetakan.
Pertama, pihak hotel mengonfirmasi bahwa konstruksi yang dimaksud merupakan bagian dari area atau bangunan hotel.
Kedua, pihak hotel tidak menyatakan bahwa aliran tersebut merupakan sungai maupun drainase. Statusnya, menurut pihak hotel, perlu diverifikasi berdasarkan data teknis, dokumen tata ruang dan instansi berwenang.
Ketiga, pihak hotel menyatakan pembangunan dilakukan berdasarkan dokumen perencanaan dan proses perizinan yang berlaku.
Keempat, mengenai apakah konstruksi tersebut secara spesifik tercantum dalam site plan dan dokumen perizinan, pihak hotel menyatakan perlu melakukan pengecekan terhadap arsip.
Kelima, mengenai kemungkinan hubungan kondisi aliran dengan banjir, pihak hotel menyatakan hal tersebut harus dibuktikan melalui kajian teknis.
Dengan demikian, penelusuran kini tidak lagi semata-mata berkutat pada dugaan.
Pertanyaan berikutnya adalah soal dokumen dan kewenangan.
Jika Status Aliran Harus Diverifikasi, Siapa yang Menentukannya?
Persoalan ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan melihat foto di lapangan.
Begitu pula tidak cukup hanya dengan pernyataan salah satu pihak.
Pertanyaan mendasarnya kini adalah:
Bagaimana status aliran air tersebut menurut dokumen resmi pemerintah?
Apakah aliran tersebut tercatat sebagai sungai atau anak sungai?
Apakah termasuk jaringan drainase?
Apakah terdapat ketentuan garis sempadan?
Bagaimana status pemanfaatan ruang di atas atau di sekitar aliran tersebut?
Dan yang paling penting:
Apakah kondisi konstruksi yang terlihat di lapangan sesuai dengan tata ruang serta dokumen perencanaan dan perizinan yang berlaku?
Pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban dari instansi yang memiliki kewenangan.
Penelusuran Berikutnya: Tata Ruang
Setelah menerima klarifikasi dari pihak Hotel Horison, media ini akan melanjutkan konfirmasi kepada instansi terkait.
Tahap pertama akan diarahkan kepada instansi yang menangani urusan tata ruang.
Sejumlah pertanyaan yang akan diajukan antara lain:
- Bagaimana status tata ruang lokasi Hotel Horison di Jalan RA Kartini?
- Apakah terdapat aliran sungai atau jaringan air yang tercatat dalam dokumen pemerintah?
- Apakah lokasi konstruksi berada pada area yang memiliki ketentuan sempadan?
- Bagaimana ketentuan pemanfaatan ruang di atas atau di sekitar aliran tersebut?
- Apakah terdapat persetujuan kesesuaian pemanfaatan ruang yang berkaitan dengan pembangunan hotel?
- Apakah kondisi aktual konstruksi sesuai dengan dokumen tata ruang yang berlaku?
Setelah itu, penelusuran akan dilanjutkan kepada instansi teknis dan perizinan untuk mencocokkan status aliran, dokumen lingkungan, site plan dan dokumen pembangunan.
Bukan Lagi Sekadar Dugaan, Kini Saatnya Membuka Dokumen
Penelusuran ini tidak diarahkan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum bukti dan dokumen resmi diperoleh.
Pihak Hotel Horison telah diberikan kesempatan untuk memberikan penjelasan dan telah menyampaikan tanggapannya secara tertulis melalui percakapan WhatsApp dengan Yesi Yunaini.
Keterangan pihak hotel tersebut menjadi bagian penting dalam pemberitaan dan akan menjadi dasar untuk menguji informasi berikutnya kepada instansi pemerintah.
Kini pertanyaan bergeser:
Jika status aliran air harus ditentukan berdasarkan data teknis dan dokumen tata ruang, apa sebenarnya status aliran yang berada di kawasan Hotel Horison?
Dan setelah statusnya diketahui:
Apakah konstruksi yang telah dikonfirmasi pihak hotel sebagai bagian dari area/bangunan hotel tersebut sesuai dengan tata ruang dan ketentuan yang berlaku?
Jawaban atas dua pertanyaan tersebut akan menentukan arah penelusuran berikutnya.
Investigasi belum berhenti.
(BERSAMBUNG)












